Saturday, December 8, 2012

Contoh Bisnis Modal Murah, Untung Besar


Ya, hanya dalam waktu kurang dari dua tahun, Wati*), sebut saja namanya begitu, berhasil membangun bisnis sederhana menjadi lebih besar. Bagaimana ceritanya?

Kisah bermula di akhir tahun 2009, dia benar-benar bingung dengan kondisi keuangan keluarganya. Kian hari, rasanya kehidupan ini kian sulit. Suaminya hanya seorang tenaga pembukuan di sebuah toko kecil. Hampir separuh dari gajinya hanya cukup untuk membayar kontrakan. Bagaimana ya?

Lamunan terakhirnya di dapur tersentak ketika melihat kompor yang menganggur. Lho, untuk apa melamun. Tak ada manfaatnya. Seketika idenya muncul ketika melihat kompor minyak tanah yang dingin itu. Dengan menggendong bayinya, ia pun jalan kaki ke pasar yang tak jauh dari rumah. Membeli pisang busuk, ya pisang busuk. Berbekal pengetahuan memasak sekedarnya dari orang tuanya itulah akhirnya dia berhasil menjual habis godok pisang (pisang tepung) yang hanya dipajang di sebuah meja kecil di depan kontrakan. Hari itu langsung ludes diserbu pembeli.

Oh, jika memang bisa habis, mengapa tidak menjual lebih banyak lagi? Akhirnya godok pisang itupun diproduksi lebih banyak lagi dan dititip ke warung-warung di kelurahannya. Godok pisang Wati pun makin dikenal dari mulut ke mulut. Jarang ada yang tersisa. Keberuntungan mulai menampakkan wajahnya.

Sedikit demi sedikit, Wati pun mulai menambah variasi kuenya menjadi 4 jenis. Salah satu yang top adalah dorayaki versinya sendiri. Wati berhasil menyewa lapak kecil di pasar. Di samping itu, makin banyak pedagang dari kecamatan lain yang menjemput kue-kue ke rumahnya untuk dipasarkan di daerahnya.

Melihat usaha istrinya yang makin berkembang, sang suami, Burhan, akhirnya mengajukan permohonan berhenti di toko kecil itu. Di sinilah usaha mereka makin besar, pasaran kue mereka sudah menembus lima kecamatan di kabupaten. Untuk memperkuat branding, Wati akhirnya mengikuti kursus pembuatan kue di kota yang lebih besar dan telah diakui pemerintah. Variasi kue yang diproduksipun semakin banyak, dan mereka sekarang telah menyewa ruko.

Pesanan demi pesanan tak terlayani lagi jika hanya mengandalkan kompor biasa. Peralatan baru dengan empat kompor gas plus sebuah mixer besar memperkuat bisnis mereka. Nah, dengan kuatnya peralatan, maka tugas Burhan pun semakin ringan. Mereka hanya mempekerjakan tenaga harian lepas sekedar bantu-bantu. Burhan pun akhir bekerja kembali di toko yang lama karena dijemput bosnya.

Menurut cerita Wati, ketika sebelum kursus, dia mampu mencetak keuntungan rata-rata per hari sebesar 300 ribu rupiah. Ditaksir dengan banyaknya variasi kue dan posisi ruko yang strategis, dia mampu mencetak laba bersih harian minimal sebesar 500ribu rupiah per hari.

Apa sih rahasianya ?
  1. Begitu ide muncul, laksanakan saja
  2. Untuk memulai bisnis tak perlu modal besar, tapi kemauan yang kuat
  3. Hilangkan gengsi dalam diri Anda, gengsi bisa membuat jatuh miskin
  4. Selalu mengembangkan kekuatan bisnis dengan menambah pengetahuan produk, menciptakan produk alternatif dan peralatan yang efisien dalam mendongkrak produksi.
  5. Memperluas jaringan pemasaran atau memilih lokasi strategis
  6. Menjaga kepercayaan pelanggan
  7. Jagalah mutu / kualitas produk
Ok ya, rahasia lainnya akan terkuak begitu bisnis Anda siap dijalankan. Ini salah satu contoh saja, yang utama adalah usaha, uang dan sarana cuma alat. Selamat berbisnis.

*)ini kisah nyata, atas permintaan pelaku bisnis, nama dan alamat disamarkan
Comments
0 Comments
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment